Metrotvnews.com, Washington: Satelit lembaga luar angkasa NASA seberat 6 ton, yang diperkirakan akan jatuh dan menabrak bumi, ternyata membalik di posisi orbit yang lebih rendah, sehingga mengulur waktu kejatuhannya dari perkiraan sebelumnya.
Pesawat ruang angkasa, satelit penelitian atmosfer atas UARS, sebenarnya diperkirakan akan menabrak atmosfir bumi, Jumat (23/9) malam, atau Sabtu pagi waktu Indonesia.
Namun pada Jumat pagi, para peneliti NASA menganalisa, matahari bukan lagi faktor utama dalam tingkat penurunan satelit jatuh ke bumi. Karena diketinggian orbit 160 kilometer dari bumi, posisi satelit serta bentuknya, telah berubah oleh waktu saat turun ke bumi.
Hingga Sabtu ini, para peneliti NASA belum dapat memastikan lokasi jatuhnya satelit UARS, dan kapan satelit usang itu jatuh menghujam bumi.(RIZ)


09.09
Purjianto
Posted in: 
0 comments:
Posting Komentar